Sep 27, 2018
Comments Off

Presiden Tukri, Erdogan Bela Mesut Ozil dan Ilkay Gundogan Atas Rasisme

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, telah mengecap kritik terhadap pemain internasional Jerman, Mesut Ozil dan Ilkay Gundogan untuk bertemu dengannya sebelum Piala Dunia sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.

Ozil dan Gundogan, yang keduanya keturunan Turki, banyak dikritik setelah difoto dengan Erdogan yang kontroversial di London sebelum Rusia 2018.

Setelah Jerman tersingkir di babak penyisihan grup turnamen, Ozil merilis pernyataan panjang yang menegaskan pertemuan itu “tidak memiliki niat politik”.

Playmaker Arsenal tersebut juga mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola internasional, yang menganggap Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) memberikan perlakuan “rasisme” terhadapnya yang memiliki dara Turki.

“Tidak ada yang perlu disesali,” kata Erdogan kepada Funke Mediengruppe, sebelum menyarankan standar ganda dimainkan.

“Seperti yang Anda tahu, Lothar Matthaus bertemu dengan Vladimir Putin. Para pemain kami juga harus bisa bertindak dengan hati nurani yang bersih. Saya menyesali orang-orang yang mengkritik itu.

“Kami telah bertemu berkali-kali pada kesempatan yang berbeda. Kami juga bertemu dengan warga Turki di berbagai negara. Mesut adalah seseorang yang tinggal di London. Mengapa saya tidak boleh bertemu dengannya saat saya di sini?

“Haruskah kita, jika seorang pemain sepak bola Jerman yang bermain di negara kita berfoto dengan Nyonya Merkel, maka dia berhianat? Logika ini tidak bisa dimengerti.

“Ozil dan Gundogan dapat merasakan bahwa mereka adalah milik kedua negara; negara tempat mereka dilahirkan dan negara tempat orang tua mereka berasal.”

Pernyataan pensiun Ozil membawa kritik dari sejumlah mantan pemain serta beberapa rekan satu timnya di Jerman, namun Erdogan percaya bahwa keluhannya adalah sah.

“Kami bangga dengan sesama warga kami yang tinggal di Jerman, faktanya Mesut Ozil mengatakan: ‘Saya bermain untuk Jerman, tetapi membawa Turki di hati saya.’

“Dia tidak meninggalkan tim nasional Jerman tanpa alasan, dan siapa pun yang berjuang dengan serangan rasis dan penghinaan ini akan menunjukkan reaksi yang sama.”

Erdogan memenangkan pemilihan kembali pada bulan Juni dengan latar belakang tekanan dari kelompok-kelompok hak asasi manusia dan warga Turki diasingkan, yang telah mencela dugaan penangkapan sistematis sistematis wartawan, aktivis hak-hak sipil dan lawan politik.

Comments are closed.

blackberry agenliga

RSS Agen Liga

  • An error has occurred, which probably means the feed is down. Try again later.

RSS AgenLiga.org