Mar 25, 2019
Comments Off

Petaka Timnas U-23, Tumpul Depan dan Lengah di Akhir Asia U-23 2020

Skuat arahan Indra Sjafri sebenarnya telah berjuang sekuat tenaga untuk memenangi pertandingan. Namun, kelengahan di menit akhir berujung bencana

Vietnam mampu mencuri gol di masa injury time lewat situasi sepak pojok. Sundulan Trieu Viet Hung memanfaatkan umpan Nguyen Quang Hai, sukses menjebol gawang Satria Tama.

Tak dimungkiri jika tuan rumah Vietnam tampil lebih dominan dalam membangun serangan. Namun, Luthfi Kamal dan kawan-kawan mampu meladeni taktik lawan dengan permainan keras.

Hanya saja permainan keras yang diperagakan tidak dibarengi cara bertahan yang benar. Baik bertahan secara individu maupun kolektif.

Organisasi pertahanan Garuda Muda memang tampil lebih baik ketimbang saat melawan Thailand. Tapi, sederet pelanggaran yang tak perlu masih rutin terjadi.

Skuat Garuda Muda kerap terlambat melakukan tekel maupun intersep yang berujung pelanggaran. Sejumlah eksekusi tendangan bebas pun jadi ancaman serius ke gawang Indonesia.

Beruntung Satria Tama tampil cukup cekatan memblok beberapa tendangan bebas terukur para pemain Vietnam.

Indonesia sebenarnya memiliki sederet pemain sayap cepat dan punya teknik individu ciamik. Sebut saja Egy Maulana Vikri, Osvaldo Haay, dan Saddil Ramdani.

Sayang, serangan Tim Merah Putih acap kali terburu-buru sehingga menghasilkan eror diperparah dengan akurasi umpan yang buruk.

Situasi serangan balik di menit ke-27 misalnya. Egy yang masih memiliki ruang untuk mendekati kotak penalti malah tergesa-gesa memberikan umpan ke sayap sehingga arah bola tidak tepat sasaran.

Timnas Indonesia U-23 bukannya tanpa peluang. Tendangan kaki kiri Egy di menit ke-53 masih bisa diblok kiper Golden Star, Tien Dung.

Marinus juga memiliki kans untuk mencatat namanya di papan skor. Berhasil merebut bola dari kiper di kotak penalti, namun tendangannya juga masih bisa diblok.

Sederet peluang tersebut jadi bukti perlawanan yang diberikan anak-anak Indonesia. Hanya saja, buruknya konsentrasi di menit akhir jadi petaka.

Skenario sepak pojok yang sederhana dari Vietnam –melepaskan umpan lambung ke depan gawang– berhasil dituntaskan sempurna oleh Trieu Viet Hung.

Sementara Indonesia berada di peringkat ketiga karena lebih sedikit kebobolan dari Brunei yang sama-sama menelan dua kekalahan beruntun.

 

Namun, hasil negatif di Vietnam bukan segalanya. Indra Sjafri masih punya waktu panjang untuk membenahi tim besutannya sebelum mentas di SEA Games 2019 pada November mendatang.

 

 

 

Comments are closed.

blackberry agenliga

RSS Agen Liga

  • An error has occurred, which probably means the feed is down. Try again later.

RSS AgenLiga.org