Mar 30, 2019
Comments Off

Pemodal Baru PSIM Optimis dengan Sepak Bola Indonesia

PSIM Yogyakarta memandang musim 2019 yang cerah dengan datangnya investor baru. Pemain pasar modal asal Jakarta, Bambang Susanto siap membuat PSIM jadi team dengan tujuan tinggi serta diurus dengan profesional.

Bambang didapuk menjadi caretaker CEO PT PSIM Jaya dengan berjalannya proses kerja sama dengan manajemen club.

Bambang bercerita semula ingin membuat PSIM menjadi team besar, yaitu bermula waktu dianya melihat langsung laga kandang PSIM menantang PS Biak pada penyisihan group Liga 2 2018. Walau waktu itu hasil pada akhirnya imbang, Bambang mengakui kagum dengan atmosfer supporter PSIM yakni Brajamusti serta Maident.

“Saya susah lihat PSIM dari dahulu gali lubang tutup lubang. Telah selayaknya masuk ke masa baru persepakbolaan Yogyakarta. PSIM mesti diurus dengan profesionalisme yang tinggi, jalannya roda club yang profesional ataupun usaha pula berjalan bersama-sama,” kata Bambang Susanto.

“Saya miliki bekal 30 tahun dalam dunia pasar modal. Saya lihat PSIM ini tidak cuma club sepak bola saja, tetapi dapat juga masuk ke lantai saham. Lalu memberi peluang untuk menarik investor lainnya serta beberapa sponsor. Club ini besar sekali potensinya,” paparnya.

Kekuatan yang dimaksudnya ialah basis supporter yang lumayan besar punya PSIM. Saat berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul, tidak kurang dari 10 ribu pemirsa, bahkan juga dapat lebih, tetap ada untuk memberi dukungan Laskar Mataram. Ditambah lagi mulai musim 2019, PSIM kembali pulang ke rumah sendiri yaitu Stadion Mandala Krida yang dapat menyimpan 25 ribu pemirsa.

Lalu Yogyakarta yang disebut Kota wisata serta pelajar, disadari Bambang Susanto pula jadi nilai plus buat PSIM. Menurut dia, PSIM bisa menjadi simbol buat Yogyakarta. “Saya lihat sayang ini jika PSIM kurang dikerjakan. Saya memang lahir di Semarang. Saya bukan fan PSIS, tetapi PSIM,” katanya.

Pria asal Semarang ini mengakui sudah berjumpa dengan beberapa orang terpenting di Yogyakarta, berkaitan hari esok club yang lahir tahun 1929. Termasuk juga dengan orang nomer satu di Propinsi DIY yaitu Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono X.

“Beliau memberi pesan jika supporter harus juga dibina, supaya fanatisme itu ada batasannya. Jika janganlah kembali ada kericuhan supporter di Stadion. Bila club bisa kerugian, jadi supporter ikut juga terkena efeknya,” lanjut Bambang Susanto.

Investasi yang ditanamnya di PSIM akan berjalan dengan periode panjang. Bukan sekedar untuk kebutuhan club seniornya, PSIM pasti akan selalu membina bakat-bakat muda dari putra daerah Yogyakarta menjadi pemain penerusnya. Praktis pembinaan dengan bertahap turut masuk dalam proyeknya.

“Peraturan di PSSI ada juga jika club mesti memerhatikan pembinaan serta memberi peluang untuk putra daerah. Project ini periode panjang jika dapat selama-lamanya sampai ke anak cucu. Pasti janganlah cuma singgah saja di liga 1, tapi selalu berkembang di kasta paling tinggi bahkan juga go internasional,” tandas Bambang Susanto.

Comments are closed.

blackberry agenliga

RSS Agen Liga

  • An error has occurred, which probably means the feed is down. Try again later.

RSS AgenLiga.org