Sep 14, 2018
Comments Off

Kritik Buat Tottenham dan Inggris Yang Terus Memeras Keringat Kane

Tottenham Hotspur dan timnas Inggris disorot terkait perlakuan terhadap Harry Kane. Mereka dinilai kurang memberikan waktu istirahat buat Kane.

Kane memang telah mencetak 2 gol dari 4 pertandingan pertama Premier League di musim ini. Akan tetapi performanya dinilai tidak maksimal.

Kelelahan diyakini menjadi faktor striker berusia 25 tahun itu belum bermain dengan oke. Sesudah tampil di Piala Dunia 2018, Kane hanya sempat beristirahat kurang lebih 3 pekan.

Kemudian Kane kembali ke Tottenham pada 6 Agustus, berlatih dan langsung bermain penuh di pertandingan pertama melawan Newcastle United lima hari kemudian. Sejak saat itu, Kane tidak pernah absen dari starting XI di 3 pertandingan berikutnya dan hampir tampil penuh di setiap pertandingannya. Kane diganti pada menit ke-89 di pertandingan melawan Fulham dan Manchester United.

Langkah Tottenham untuk langsung memainkan striker kelahiran Walthamstow, 28 Juli 1993 itu di awal musim pun disoroti oleh eks penyerang Liverpool dan timnas Wales, Craig Bellamy. Bellamy menyayangkan Mauricio Pochettino tidak memberikan kelonggaran kepada Kane untuk beristirahat dulu.

“Ini sulit buat Mauricio Pochettino. Saya sangat menyukainya sebagai manajer, namun dia mestinya mengatakan ‘Saya tidak akan memakaimu, kami perlu waktu lebih untuk beristirahat. Saya tidak akan menggunakanmu untuk 2 atau 3 pertandingan berikutnya. Jadi berliburlah, segarkan diri kembali karena saya mau kami siapa di sisa musim’” ucap Bellamy.

“Dia telah menjalani libur beberapa pekan usai Piala Dunia, kembali ke latihan dan langsung menjalani pertandingan demi pertandingan. Dia langsung terlibat di dalam pertandingan Premier League dengan intensitas yang tinggi dan dia saat ini sama sekali belum mendekati level terbaiknya dengan kurangnya pengondisian tubuh” sambung pria berusia 39 tahun itu.

Beban kerja Kane semakin besar ketika dia dipanggil timnas Inggris untuk pertandingan UEFA Nations League melawan Spanyol dan ujicoba menghadapi Swiss. Kane tampil penuh di pertandingan melawan Spanyol dan alih-alih diistirahatkan ketika menghadapi Swiss, dia kembali diturunkan pada 30 menit terakhir. Hal ini juga dikritik oleh Bellamy. The Three Lions disebutnya tidak pengertian dengan situasi Kane.

“Inggris semestinya mengatakan ‘Kamu bermain baik untuk kami di Piala Dunia, kami tidak bisa menggunakanmu untuk 2 pertandingan berikutnya. Tottenham Hotspur tak mengistirahatkanmu, jadi kami akan mengambil tanggung jawab untuk berterima kasih kepada Tottenham karena bisa menggunakanmu di Piala Dunia lalu” lanjut Bellamy.

“Sesuatu mesti dilakukan karena Harry Kane akan mengalami cedera. Jika dia terus seperti ini, dengan kurangnya kebugaran yang membuat dia lebih berisiko cedera, keputusan akan dibuat oleh Tottenham dan Inggris dimana dia bisa melewatkan beberapa bulan karena mengalami cedera” tutup pria kelahiran Cardiff, 13 Juli 1979 itu.

Sep 13, 2018
Comments Off

Southgate: gol Inggris penting bagi Rashford

Pemain muda Manchester United  Marcus Rashford belum menjadi pilihan pertama untuk klub atau negara tetapi memiliki dua dalam dua untuk Three Lions jeda internasional ini

Tujuan back-to-back Marcus Rashford untuk Inggris adalah hadiah hanya untuk mentalitas pemain yang luar biasa, menurut manajer Gareth Southgate.

Pemain depan Manchester United Rashford mencetak satu-satunya gol saat The Three Lions kembali ke jalur kemenangan dengan kemenangan 1-0 atas Swiss di Leicester pada hari Selasa.

Pemain berusia 20 tahun itu juga membuka skor pada kekalahan 2-1 Sabtu ke Spanyol di Wembley dan Southgate sangat ingin melihat dia datang ke depan meski kurangnya awal reguler di bawah Jose Mourinho di level klub.

“Saya sangat senang untuknya. Kami tahu betapa menariknya dia, kami tahu bahwa dia akan menjadi pemain top,” katanya kepada Sky Sports.

“Dia punya mentalitas super, dia hebat untuk diajak bekerja sama.

“Untuk mendapatkan dua gol minggu ini, dua hasil yang benar-benar bagus, sangat penting baginya.”

Inggris menuai keuntungan dari tweak taktis dari Southgate pada interval setelah Swiss mengontrol periode panjang babak pertama.

“Kami tidak mendapatkan pivot di babak pertama sehingga [Granit] Xhaka selalu tersedia,” katanya.

“Shaqiri jatuh ke daerah-daerah yang tersedia dan mereka overloading lini tengah.

“Kami mengubah bentuk di babak kedua, yang membantu, dan kami mendapatkan pertahanan kami sedikit lebih tinggi di atas lapangan. Kami menjaga bola lebih baik setelah paruh waktu juga.

Southgate menemukan para pemainnya berdebat buruk pada babak pertama mereka ketika tiba di ruang ganti King Power Stadium – sesuatu yang dia ambil dari hati.

“Sebelum saya masuk ke sana, para pemain berusaha menyelesaikan masalah,” jelasnya.

“Kami mengharapkan itu, kami mendorongnya. Sangat penting mereka memiliki pandangan.

Mereka adalah pemain yang cerdas, mereka harus memiliki pandangan tentang apa yang terjadi. Ini cara kami bisa terus meningkatkan standar. ”

Inggris kembali ke tindakan Liga Bangsa bulan depan, di mana Spanyol sudah pasti menetapkan standar di grup mereka.

Anak asuh Luis Enrique mengikuti comeback mereka di London dengan pembongkaran Kroasia 6-0 pada Selasa, meskipun Southgate memiliki simpati dengan penakluk semi final Piala Dunia Inggris.

“Kami bisa melihat betapa bagusnya tim Spanyol di akhir pekan. Bagi tim yang maju ke akhir babak final itu adalah periode yang sangat sulit,” tambahnya.

“Para pemain telah kehilangan pra-musim dan Anda tidak tahu apa kondisi fisik mereka. Itu tidak akan mengejutkan saya jika Kroasia mengalami kesulitan yang sama.”

Sep 13, 2018
Comments Off

Real Madrid Jajal Athletic Bilbao, Thibaut Coutois Jadi Kiper Inti

Real Madrid akan bertemu dengan Athletic Bilbao di lanjutan La Liga akhir pekan nanti. Jelang pertandingan, pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui yang dikabarkan telah membuat keputusan soal siap penjaga gawang inti di laga nanti.

Seperti dilansir Marca, Lopetegui disebut-sebut bakal memilih Thibaut Courtois untuk menjadi kiper utama Real Madrid. Namun, Lopetegui telah memutuskan untuk memainkan Courtois di laga pekan keempat yang akan di gelar di San Mames pada 16 September 2018 yang akan mendatang.

Sejak awal musim 2018/19, Lopetegui memang belum dapat untuk memutuskan siapa yang akan menjadi kiper utama Real Madrid. Secara bergantian, pelatih yang telah berusia 51 tahun tersebut memilih untuk memainkan Keylor Navas dengan Courtois secara bergantian.

Pada dua laga perdana Real Madrid di La Liga, yakni melawan Getafe dan Girona. Sementara itu, pada pekan ketiga La Liga, Lopetegui memainkan Courtois sebagai penjaga gawang intin saat berjumpa dengan Leganes. Performa mereka bisa dibilang cukup bagus.

Kejutan untuk Navas

Keputusan tersebut tentu membuat kejutan besar bagi Navas. Sebab, kiper asal Kosta Rica tersebut telah dikabarkan dalam kondisi yang sangat prima dan siap untuk bermain. Selain itu, Navas juga tidak absen dari setiap sesi latihannya bersama dengan Real Madrid.

Navas dengan sengaja melewatkan pertandingan internasional bersama Kosta Rika agar bisa tetap berlatih dengan tim Real Madrid tersebut. Navas, dalam delapan hari terakhir terus berlatih bersama Madrid di Valvedebas untuk memikat Lopetegui.

Namun, Marca menyebut jika keputusan Lopetegui untuk memainkan Courtois sudah menjadi keputusan yang final. Mantan pelatih Timnas Spanyol tersebut tetap akan memainkan Courtois kendati sang penjaga gawang baru saja pulang untuk membela Belgia.

Tak Ada Kepastian

Madrid bukan kali ini saja berada dalam kondisi, dimana mereka memiliki dua kiper dengan kualitas yang sama baiknya. Pada musim 2013/14 lalu, Madrid memiliki Iker Casillas dan Diego Lopez yang bergantian tampil sebagai kiper utama.

Ketika itu, pelatih Carlo Ancelotti memainkan Casillas di Copa del Rey dan Liga Champions. Lalu, Lopez bermain di La Liga. Namun, Lopetegui memastikan jika dirinya tidak akan memberikan jatah khusus bagi Courtois dan Navas.

blackberry agenliga

RSS Agen Bandar Judi Bola Tangkas Sbobet Ibcbet & Casino Online

  • LIVERPOOL VS PSG,SALAH : KAI SUDAH BIASA KALAHKAN TIM BESAR September 19, 2018
     Liverpool akan menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions. Meski begitu tak ada kekhawatiran dirasakan Mohamed Salah karena The Reds biasa mengalahkan klub besar. The Reds berkumpul bersama PSG, Napoli, dan Red Star Belgrade […]
  • Dramatis! Liverpool Menang 3-2 Atas PSG September 19, 2018
    Duel seru tercipta ketika Liverpool melawan Paris Saint-Germain. Ada 5 gol yang tercipta dan Liverpool menang 3-2 lewat gol yang dicetak Roberto Firmino pada masa injury time. Di dalam pertandingan […]
  • Prediksi Real Madrid Vs AS Roma : Pembuktian Tanpa Cristiano Ronaldo September 19, 2018
    Real Madrid akan menghadapi AS Roma pada laga perdana di Grup G Liga Champions, di Santiago Bernabeu, Rabu (19/09/18). Laga ini pun akan menjadi pembuktian El Real di Liga Champions […]

RSS AgenLiga.org