Nov 13, 2018
Comments Off

Financial Fair Play: UEFA akan mempertimbangkan untuk membuka kembali penyelidikan atas dasar ‘kasus per kasus’

UEFA akan membuka kembali Investigasi Finansial Play Fair (FFP) “berdasarkan kasus per kasus” jika ada bukti “penyalahgunaan”.

Aturan ‘break-even’ FFP mengharuskan klub untuk menyeimbangkan pengeluaran dengan pendapatan mereka.

Pekan lalu, majalah berita Jerman Der Spiegel mengklaim Manchester City dan Paris St-Germain menilai terlalu tinggi kesepakatan sponsor untuk membantu memenuhi peraturan.

Badan sepak bola Eropa mengatakan “jika informasi baru terungkap” terkait dengan kasus-kasus sebelumnya, itu “akan menggunakannya untuk menantang angka-angka”.

City mengatakan mereka tidak akan mengomentari klaim Der Spiegel, selain untuk menggambarkan mereka sebagai upaya “terorganisir dan jelas” untuk merusak reputasi mereka.

Juara Prancis PSG telah dihubungi untuk menanggapi.

Itu pernyataannya, UEFA mengatakan itu bisa “menguji informasi yang diterimanya” tetapi “itu bergantung pada informasi itu sebagai refleksi yang adil dan akurat dari keuangan klub”.

Ia menambahkan: “Tujuh tahun lalu, klub-klub Eropa memiliki utang kumulatif sebesar 1,7 miliar euro (1,5 miliar poundsterling). Tahun lalu, itu adalah keuntungan 600 juta euro (£ 525 juta). Tanpa pertanyaan, FFP telah sukses untuk permainan di seluruh Eropa.

“Itu bergantung pada kerjasama klub untuk menyatakan posisi keuangan yang lengkap dan asli.

“Jika informasi baru menunjukkan bahwa kasus-kasus yang disimpulkan sebelumnya telah disalahgunakan, kasus-kasus tersebut mungkin dapat dibuka kembali sebagaimana ditentukan berdasarkan kasus per kasus.

“Pendekatan ini diterapkan secara universal untuk semua klub yang mengajukan permohonan lisensi UEFA dan berpartisipasi dalam kompetisi klub Eropa.”

Dalam laporannya berdasarkan dokumen yang bocor, Der Spiegel juga mengatakan klub bernegosiasi dengan presiden FIFA Gianni Infantino, yang saat itu sekretaris jenderal UEFA, untuk menyetujui pengurangan hukuman atas pelanggaran FFP.

UEFA menemukan Kota telah melanggar peraturan FFP pada tahun 2014 dan kedua pihak mencapai kesepakatan, dengan City membayar denda £ 49m – 32 juta yang ditangguhkan – sementara skuad Liga Champions mereka berkurang untuk 2014-15.

Der Spiegel menyebut permukiman itu “lemah” dan mengklaim UEFA “bahkan tidak sepenuhnya menyadari sejauh mana itu telah ditipu”.

Comments are closed.

blackberry agenliga

RSS Agen Bandar Judi Bola Tangkas Sbobet Ibcbet & Casino Online

  • Ivan Rakitic merasa sangat senang di puji Jose Mourinho March 26, 2019
    Seorang pemain gelandang dari Barcelona yang bernama Ivan Rakitic sangat mengakui ia bangga bisa mendapatkan sebuah pujian dari pelatih kawakan seperti Jose Mourinho. Bahkan tidak perlu untuk bisa mendapatkan pujian […]
  • Liverpool dan Man City Berjuang Hingga Akhir Musim March 25, 2019
    Mantan kapten Liverpool Sami Hyypia yakin perebutan gelar juara di Premier League akan berlangsung hingga hari terakhir musim ini dan disaat itu akan menentukan siapakah yang berhak menjadi juara musim […]
  • Jadon Sancho Memuji Sterling Karena Mengambil Peran Bagus March 25, 2019
    Raheem Sterling bertindak sebagai inspirasi bagi Jadon Sancho dan generasi bintang Inggris berikutnya. Pemain depan Manchester City, Sterling, melanjutkan penampilan gemilangnya baru-baru ini dengan hat-trick untuk tim Gareth Southgate melawan […]

RSS AgenLiga.org