Nov 5, 2018
Comments Off

Anditany Mau Hancurkan Kutukan Runner-up Indonesia

Andritany Ardhiyasa yang merupakan sang penjaga gawang timnas Indonesia mematokan target untuk menjadi sang juara dalam kompetisi Piala AFF 2018. Dia mau menghapuskan kutukan runner-up untuk timnas Indonesia.

Andritany kembali lagi mendapatkan panggilan untuk memperkuat timnas Indonesia dalam ajang kompetisi Piala AFF 2018 mendatang. Ajang kompetisi dua tahunan tersebut akan berlangsung diantara tanggal 8 November samapai dengan tanggal 15 Desember yang dimana akan menggunakan format home-away.

Selama berpartisipasi didalam ajang kompetisi Piala AFF, Indonesia masih belum mampu memenangkan titel juara tersebut. Sebanyak 11 kali penyelenggaraan yang sudha mereka ikuti, Garuda Nusantara hanya mampu menjadi runner-up saja didalam lima edisi. Yaitu pada saat tahun 2000, 2002, 2004, 2010 serta pada Piala AFF tahun 2016 yang lalu.

Situasi itu kemudian sempat membuat timnas Indonesia dijuluki sebagai skuat ‘spesialis kedua’. Andirtany yang juga turut mengalami hal itu lantas menyebutkan bukan berarti bahwa timnas Indonesia tidak akan bisa mengubah nasibnya.

“Tekad tentu pasti ada. Ini kan kesempatan yang kita punya. Sudah terlalu sering sekali kita jadi runner-up. Semoga saja tahun ini kita bisa membawa trofi juara tersebut kembali ke Indonesia,” ujar Andritany pada saat disela-sela sebuah acara tur trofi Piala AFF 2018 yang dilangsungkan di Kota Kasablanka yang terletak di Kuningan di hari Minggu tanggal 4 November 2018.

“Strategi mungkin saja coach tentu akan lebih mengerti tentang itu. Namun sebagai seorang pemain kita juga tentu harus menjaga mental kita. Yang paling penting bagaimana kita bisa menjaga mental dan juga saling memotivasi diantara pemain,” lanjutnya mengenai strategi untuk menjadi pemenang.

Jika dibandingkan dengan para pemain yang lainnya, tentu saja Andritany merupakan pemain yang paling senior diantara semua pemain yang lainnya. Dia juga harus diharapkan dapat memberikan contoh untuk para rekan yang lainnya, termasuk kepada pemain debutan layaknya Febri Hariyadi.

“Saya tentu saja hanya bisa memberikan contoh yang paling baik bagi teman-teman yang lain. Orang sangalhakn gampang tidak dapat dikasih omongan saja. Yang kita berikan adalah memberikan contoh terbaik,” kata Andritany.

Didalam kesempata yang sama, penjaga gawang klub Persija Jakarta tersebut juga sempat membuka kembali memori lamanya pada saat masih bermain dengan para pemain yang selevelnya dulu. Dan salah satunya adalah Kurnia Meiga.

“Tentu kangen dengan Kurnia Meiga. Dan baru saja dua minggu yang lalu saya pergi kerumah. Alhamdulillah saat itu dia sehat-sehat saja,” tuntasnya.

Pada saat Piala AFF tahun 2000 yang lalu, Indonesia yang mampu lolos kedalam babak final harus menyerah melawan Thailand dengan skor telak 1-4. Dua tahun setelahnya, tepatnya di tahun 2002, Indonesia kembali kalah dari sang juara bertahan, namun kali itu Indonesia harus tunduk dari babak adu penalti setelah bermain imbang 2-2.

Disaat tahun 2004, Indonesia kalah dari timnas Singapura di partai final setelah kalah agregat 2-5. Sementara Indonesia juga harus kalah dari Malaysia pada saat AFF Cup 2010 dengan agregat 2-4 dan terakhir mereka kembali kalah di partai final Piala AFF tahun 2016 dari Thailand lagi dengan agregat 1-4.

Dalam Piala AFF tahun 2018 ini, Indonesia berada didalam Grup B bersama dengan sang juara bertahan, Thailand, Singapura, Philipina dan juga Timor-Leste. Sementara untuk matchday 1 nantinya, Indonesia akan berhadapan melawan timnas Singapura pada hari Jumat tanggal 9 November 2018 malam hari WIB.

Comments are closed.

blackberry agenliga

RSS Agen Liga

  • An error has occurred, which probably means the feed is down. Try again later.

RSS AgenLiga.org